4. Desain Kemasan yang Tidak Mencerminkan Identitas Brand
Desain yang mengikuti tren tanpa mempertimbangkan identitas merek dapat membuat produk sulit dibedakan dari kompetitor. Penggunaan terlalu banyak warna, jenis huruf, ilustrasi, atau elemen dekoratif juga bisa mengurangi keterbacaan informasi utama.
Desain kemasan produk sebaiknya konsisten dengan target pasar dan positioning brand. Produk premium, misalnya, membutuhkan pendekatan visual yang berbeda dari produk dengan positioning ekonomis atau playful. Gunakan warna, tipografi, logo, dan gaya visual secara konsisten agar konsumen lebih mudah mengenali merek.
5. Tidak Memperhatikan Informasi pada Kemasan Produk
Informasi yang terlalu kecil, tidak lengkap, atau ditempatkan secara sembarangan dapat mengurangi kepercayaan konsumen. Untuk pangan olahan, aspek ini juga berkaitan dengan ketentuan label yang berlaku.
BPOM menjelaskan bahwa label pangan olahan harus mudah dilihat dan dibaca. Label juga wajib memuat sejumlah informasi sesuai ketentuan, seperti nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, pihak yang memproduksi atau mengimpor, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluwarsa, serta nomor izin edar. Pelaku usaha pangan perlu memastikan desain kemasan tidak mengorbankan kejelasan informasi tersebut.